Bisnis BRI: RITEL (2/4)

Pada tahun 2017, segmen Bisnis Ritel membukukan profit sebesar Rp8,97 triliun, meningkat 13,88% YoY dari tahun 2016 yang sebesar Rp7,88 triliun.

Ringkasan Kinerja Bisnis Ritel Tahun 2017

  • BRI menyalurkan pinjaman BRIguna sebesar Rp88,05 triliun, meningkat 12,55% dibanding tahun 2016 sebesar Rp78,23 triliun.
  • BRI telah menyalurkan Kredit Ritel Komersial sebesar Rp129,16 triliun, tumbuh 11,91% YoY dari tahun 2016 sebesar Rp115,42 triliun.
  • Sementara Kredit Menengah telah disalurkan Rp23,93 triliun, tumbuh 13,36% YoY dari tahun 2016 sebesar Rp21,11 triliun.
  • Perolehan dana murah (CASA) BRI dari Bisnis Simpanan Ritel pada tahun 2017 sebesar Rp186,41 triliun, meningkat 17,88% dari tahun 2016 sebesar Rp158,13 triliun.

Segmen Bisnis Ritel melayani nasabah komersial ritel seperti usaha kecil dan menengah (UKM), transaksi perbankan dan layanan prioritas (wealth management). Secara operasional, segmen Bisnis Ritel memiliki empat lini bisnis, yaitu:

  1. Bisnis Pinjaman Ritel Konsumer
  2. Bisnis Pinjaman Ritel Komersial dan Menengah
  3. Bisnis Simpanan Ritel
  4. Bisnis Jasa Perbankan Ritel.

Profitabilitas Bisnis Ritel

Pada tahun 2017, segmen Bisnis Ritel membukukan profit sebesar Rp8,97 triliun, meningkat 13,88% YoY dari tahun 2016 yang sebesar Rp7,88 triliun.

Bisnis Ritel baik konsumer dan komersial dilayani di Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor 2015 2016 2017 Pertumbuhan
Kantor Cabang  467 467 467 1
Kantor Cabang Pembantu   603 609 610 1
Kantor Kas  983 984 992 8
Jumlah 2.053 2.060 2.069 10

 

 

Bisnis Pinjaman Ritel Konsumer

Ringkasan Kinerja Bisnis Pinjaman Ritel Konsumer tahun 2017

  • Penyaluran kredit KPR sebesar Rp22,12 triliun di tahun 2017, meningkat 21,69% dibanding tahun 2016 sebesar Rp18,18 triliun.
  • BRI telah menyalurkan kredit kendaraan bermotor sebesar Rp2,64 triliun, meningkat 22,18% dibanding tahun 2016 sebesar Rp2,16 triliun.
  • Penyaluran kredit BRIguna sebesar Rp88,05 triliun, meningkat 12,55% dibanding tahun 2016 sebesar Rp78,23 triliun.
  • Jumlah kartu kredit BRI pada tahun 2017 telah mencapai 1,38 juta kartu, meningkat 23% dibanding tahun 2016 sebesar 1,13 juta kartu.
  • Akuisisi kartu kredit baru pada tahun 2017 sebesar 235 ribu kartu, meningkat 48% dibanding tahun 2016 sebesar 159 ribu kartu.
  • Volume transaksi kartu kredit BRI pada tahun 2017 sebesar Rp6,29 triliun, meningkat 35% dibanding tahun 2016 sebesar Rp4,66 triliun.
  • Pinjaman kartu kredit BRI pada tahun 2017 sebesar Rp1,68 triliun, meningkat 25% dibanding tahun 2016 sebesar Rp1,35 triliun.

Produk bisnis Pinjaman Ritel Konsumer BRI terdiri dari:

  1. Salary Based Loan (Briguna)
  2. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
  3. Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)
  4. Kartu Kredit

Strategi Bisnis Tahun 2017

  • Pengembangan fitur produk, dilakukan untuk Produk Briguna, terutama pada fitur transfer of branch.
  • Pengembangan sistem monitoring dan proses pengajuan kredit.
  • Program pemasaran Nasional Tematik dan Program Khusus kepada Instansi, misalnya peluncuran BRI Promoter tanggal 16 Juni 2017. BRI Promoter yaitu kartu kredit untuk jajaran anggota POLRI yang memberikan banyak kemudahan melalui fasilitas cicilan bunga 0%, beragam promo menarik, dan gratis biaya tahunan seumur hidup.
  • Joint target dengan developer besar yang telah memiliki Perjanjian Kerjasama KPR dengan BRI
  • Berbagai promosi baik dalam bentuk diskon, cashback, maupun cicilan, seperti BRI Easy Card yang diluncurkan tanggal 15 September 2017 menjawab kebutuhan generasi keluarga muda dengan fitur andalan cashback TUWAGA untuk tarik tunai dan pembelanjaan di merchant groceries dan SPBU.

Kinerja Bisnis Pinjaman Ritel Konsumer Tahun 2017

Peningkatan Oustanding Pinjaman

  • Sepanjang tahun 2017, total outstanding kredit kepemilikan rumah (KPR) BRI sebesar Rp22,12 triliun, tumbuh Rp3,94 triliun atau 21,69% dari tahun 2016 sebesar Rp18,18 triliun. Pertumbuhan KPR ini merupakan pertumbuhan terbesar sejak tahun 2014.
  • Total kredit KKB yang disalurkan sebesar Rp2,64 triliun, tumbuh 22,18% dari tahun 2016. Sementara kredit BRIguna yang telah disalurkan sepanjang tahun 2017 sebesar Rp88,05 triliun, tumbuh 12,55% dari tahun 2016 sebesar Rp78,23 triliun.
  • Peningkatan sales volume diikuti dengan kenaikan outstanding kartu kredit BRI sebesar 24,57% YoY menjadi Rp1,68 triliun pada tahun 2017 dibandingkan Rp1,35 triliun pada tahun 2016.

Peningkatan Fee Based Income

Dari sisi fee based income (FBI), kartu kredit BRI berhasil membukukan kenaikan sebesar 55,48% YoY menjadi Rp180,61 miliar pada 2017 dibandingkan Rp116,16 miliar di tahun 2016.

Strategi Pengembangan Tahun 2018

Strategi Pertumbuhan

  • Fokus penetrasi pada portofolio nasabah payroll dan memaksimalkan pemanfaatan value chain nasabah eksisting.
  • Mengimplementasikan program employee get member, serta mengembangkan non-organic card growth.
  • Cross selling kartu kredit kepada nasabah prioritas.
  • Perluasan layanan kredit konsumer melalui penambahan kanca pemrakarsa kredit konsumer diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan kredit konsumer.
  • Memperkuat underwriting dan collection capability.
  • Meluncurkan kartu kredit co-branding
  • Perbaikan Bisnis Proses (Re-engineering Business Process) pada area berikut:
  1. Implementasi pengajuan fasilitas kredit consumer berbasis platform digital
  2. Re-design end-to-end proses kredit Briguna dan KPR untuk mempercepat TAT (Turn-AroundTime).
  3. Membuat bisnis model baru untuk KKB bekerja sama dengan BRI Finance

 

 

Bisnis Pinjaman Ritel Komersial & Menengah

Ringkasan Kinerja Bisnis Pinjaman Ritel Komersial dan Menengah 2017

  • Penyaluran Kredit Ritel Komersial sebesar Rp129,16 triliun, meningkat 11,90% dibanding tahun 2016 sebesar Rp115,42 triliun.
  • Penyaluran Kredit Menengah sebesar Rp23,93 triliun, tumbuh 13,36% dibanding tahun 2016 sebesar Rp21,11 triliun.

Strategi Bisnis Pinjaman Ritel Komersial dan Menengah Tahun 2017

Pertumbuhan bisnis pinjaman ritel komersial dan menengah pada tahun 2017, tidak lepas dari
implementasi strategi pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan pasar, menjaga kualitas kredit, dan dukungan platform IT.

Strategi Pertumbuhan

Strategi pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan pasar dilakukan melalui Akuisisi Terfokus dan Peningkatan Margin. Sementara perbaikan kualitas kredit dilakukan melalui evaluasi kualitas kredit, joint sharing session, dan pembentukan tim Adhoc perbaikan kredit yang mengawal hingga level unit kerja Kantor Cabang.

Program Pemasaran

BRI juga melakukan program pemasaran untuk meningkatkan kinerja sub segmen bisnis pinjaman ritel komersial dan menengah. Program marketing yang dilakukan sebagai berikut:

  • Joint Marketing Bersama Divisi terkait dalam rangka optimalisasi potensi Value Chain dari debitur Korporasi BRI.
  • Peluncuran program akuisisi tematik, program angsuran tetap single digit, program KMK Fleksibel, program take over nasabah prima serta program retensi khusus untuk nasabah prima.

Kinerja Bisnis Pinjaman Ritel Komersial dan Menengah Tahun 2017

Sepanjang tahun 2017, implementasi strategi diatas mendukung pencapaian kinerja sebagai berikut:

  1. Peningkatan Outstanding Pinjaman
    • Outstanding Kredit Ritel Komersial mencapai Rp129,16 triliun, meningkat 11,90% dibanding
    tahun 2016 sebesar Rp115,42 triliun.
    • Outstanding Kredit Menengah mencapai Rp23,93 triliun, atau tumbuh 13,36% atau Rp2,82 triliun dari tahun 2016 sebesar Rp21,11 triliun.
  2. Peningkatan Volume Bank Garansi
    Volume Bank Garansi yang sudah diterbitkan Bank BRI pada 2017 sebanyak 20.630 Warkat dengan plafond sebesar Rp19,68 triliun, naik sejumlah 248 warkat dari volume sebesar Rp20,347 trilliun pada tahun 2016.
  3. Perbaikan kualitas pinjaman
    Pertumbuhan kredit dan debitur kredit Menengah diikuti dengan perbaikan kualitas NPL yang turun dari 7,09% menjadi 5,17%.

Strategi dan Target Tahun 2018

Pada tahun 2018, BRI menargetkan kinerja bisnis Ritel Komersial dan Menengah terus bertumbuh dengan strategi berikut:

  1. Mengoptimalkan akuisisi pipeline dari debitur potensial Korporasi dan BUMN.
  2. Fokus akuisisi mitra Supply Chain Financing dan kerjasama baru.
  3. Menerapkan program pemasaran rutin maupun tematik serta program bundling dengan Divisi lain.
  4. Kerjasama penyaluran kredit melalui platform Digital & Fintech.
  5. Peningkatan kualitas Relationship Manager segmen Ritel Komersial melalui program Pendidikan enhancement & profil bisnis.
  6. Pengembangan system monitoring kinerja tenaga pemasar.
  7. Pengembangan dan penyempurnaan produk ritel komersial.
  8. Optimalisasi Pemasaran Bank Garansi dalam rangka peningkatan fee based income.
  9. Penyempurnaan bisnis proses kredit Ritel Komersial dengan dukungan aplikasi IT.

 

 

Bisnis Simpanan Ritel

Ringkasan Kinerja Bisnis Simpanan Ritel Tahun 2017

  • Perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp303,90 triliun, meningkat 10,73% dari tahun 2016 sebesar Rp274,45 triliun.
  • Rasio CASA Ritel meningkat dari 57,6% di tahun 2016 menjadi 61,3% di tahun 2017.

Produk dan Jasa Simpanan Ritel

BRI berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan produk Simpanan Ritel berbasis pada digital saving dan rejuvenasi produk di tengah kompetisi perebutan dana masyarakat yang semakin ketat. Produk simpanan ritel terdiri dari:

  1. Giro
  2. Tabungan
  3. Deposito

Strategi Bisnis Tahun 2017

Aktivitas pengembangan dan pemasaran produk simpanan pada tahun 2017 difokuskan pada perolehan dana murah yaitu produk Tabungan dan Giro. Untuk itu, aktivitas pemasaran dilakukan baik di lingkup nasional maupun regional dengan berpedoman pada 3 (tiga) pilar strategi yaitu akuisisi, retensi dan maintenance. Aktivitas pemasaran dilakukan melalui akuisisi dan optimalisasi
retensi, program e-commerce and start up acquisition, program komunitas, program point reward, multi product marketing dan rantai nilai.

Selain melakukan program pemasaran, upaya perolehan dana murah melalui aktivitas cross selling khususnya dengan nasabah pinjaman ritel, menengah dan konsumer. Berbagai program juga dilakukan, baik lokal (inisiasi dari masing-masing unit kerja) maupun program nasional. Bank BRI tetap menekankan pada segmen muda (xenials, millenials), professional/white collars worker, community and business cooperation dan e-commerce untuk meningkatkan perolehan dana murah.

Kinerja Bisnis Tahun 2017

Dengan menjalankan strategi bisnis secara terukur, kinerja Bisnis Simpanan Ritel bertumbuh secara positif.

Peningkatan outstanding simpanan

Total Dana Pihak Ketiga meningkat menjadi Rp303.90 triliun, atau naik 10,73% dari tahun 2016 sebesar Rp274,45 triliun di tahun 2016, dengan pendorong pertumbuhan dari produk Giro dan Tabungan sebagai berikut:

  • Giro
    Giro meningkat 19,64% YoY atau menjadi Rp50,87 triliun dari tahun 2016 yang sebesar Rp42,52 triliun.
  • Tabungan
    Tabungan naik 17,24% YoY, menjadi Rp135,54 triliun dari tahun 2016 yang sebesar Rp115,61 triliun.

Penurunan Biaya Dana

Dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang baik, BRI juga mencatatkan penurunan Biaya Data terutama pada produk Tabungan dan Deposito Rupiah. Rata-rata biaya dana Deposito Rupiah mengalami penurunan dari 7,49% ditahun 2016 menjadi 6,20% di tahun 2017.

Strategi Bisnis Tahun 2018

Strategi yang akan dilakukan pada tahun 2018 antara lain:

  • Melakukan rejuvenasi produk simpanan dan jasa untuk meningkatkan FBI (Fee Based Income) dengan menekankan pengembangan produk yang mengarah pada konsep digital saving.
  • Untuk meningkatkan CASA, BRI akan melakukan optimalisasi value chain dan menyediakan solusi yang terintegrasi melalui cross selling program.

 

 

Bisnis Jasa Perbankan Ritel

Ringkasan Kinerja Bisnis Jasa Perbankan Ritel 2017

  • Perolehan fee based income BRI Prioritas sebesar Rp231,10 miliar, meningkat 41,12% dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp163,76 miliar.
  • Dana kelolaan BRI Prioritas sebesar Rp82,48 triliun, meningkat 21,72% dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp67,76 triliun.
  • Perolehan fee based income dari jasa e-Banking sebesar Rp2,76 trilliun, meningkat 22,89% dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp2,25 trilliun.

Tren industri perbankan yang menekankan perolehan dana murah dan peningkatan pendapatan fee income menjadi perhatian BRI. Bisnis Jasa Perbankan Ritel merupakan lini usaha untuk mengakomidir tren di industri perbankan tersebut. Dalam hal ini, BRI terus mengembangkan transaction banking di segmen Ritel serta layanan BRI Prioritas (wealth management).

Produk dan Jasa Bisnis Jasa Perbankan Ritel

Produk dan jasa Bisnis Perbankan Ritel antara lain :

  • Produk Kartu Debet
  • Uang elektronik (BRIZZI)
  • Layanan perbankan Ritel seperti jasa transfer, RTGS, BRIVA, serta Safe Deposit
    BRIVA
    BRIVA merupakan layanan API (Application Programming Interface) BRI melalui teknologi Web Service untuk mendukung otomasi sistem maintenance dan informasi status pembayaran bagi nasabah. Melalui BRIVA, nasabah pengguna layanan BRIVA tidak perlu lagi melakukan upload dan download secara manual baik melalui CMS BRI maupun Unit Kerja Operasional.
  • Layanan Internet dan Mobile Banking
  • Layanan BRI Prioritas

Strategi Bisnis Tahun 2017

Layanan e-Banking

Pengembangan BRI Mobile menjadi New BRI Mobile menggunakan platform MADP (Mobile Application Development Platform) dengan penambahan fitur antara lain pembukaan rekening Tabungan Britama secara online, penggunaan teknologi Near Field Communication untuk mendukung top-up uang elektronik, dan pay by QR.

Layanan BRI Prioritas

Pada tahun 2017, sesuai roadmap strategi Wealth Management ditekankan pada Integrated Digital Business Process, BRI mengimplementasikan strategi sebagai berikut:

  1. Penambahan 35 Kantor Cabang yang dapat memasarkan & melakukan transaksi Reksa Dana (APERD).
  2. Penambahan outlet BRI Prioritas (Sentra Layanan BRI Prioritas dan Priority Lounge).
  3. Peningkatan Kemampuan PBO dan PBM melalui assestment soft & hard skill, pelatihan tenaga pemasar, dan pengembangan sistem monitoring kinerja.
  4. Penambahan Produk Investasi berupa Reksa Dana Open End (Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, dan Saham), Reksa Dana Terproteksi, dan Obligasi yang diritelkan.
  5. Penambahan Produk Bancassurance (Unit Link Valas, Term Life, dan Endowment).
  6. Perbaikan system pada fitur Top Up online, Penjualan Produk reksadana secara installment dan Pembayaran Premi Bancassurance.
  7. Program Penjualan Wealth Management (Program Simpanan, Investasi, dan Bancassurance).
  8. Kerja sama dengan perusahaan yang menyediakan privilege dalam hal travel, lifestyle, education, dan concierge service.

Layanan Perbankan Ritel Lainnya

Pengembangan BRIVA menggunakan teknologi web service.

Kinerja Bisnis Tahun 2017

Kinerja Kartu Debet dan Uang Elektronik

  • Jumlah Kartu ATM yang beredar naik menjadi 56,2 juta kartu atau tumbuh 22,6% YoY.
  • Jumlah kartu BRIZZI yang beredar pada tahun 2017 mencapai 8,8 Juta user, atau tumbuh 50,79%YoY.

Layanan e-Banking

  • Fee income dari layanan e-Banking dan Kartu Debet naik menjadi Rp2,76triliun, atau meningkat 22,9% YoY
  • Jumlah pengguna Mobile Banking pada tahun 2017 mencapai 18 Juta user, atau naik 21,14% YoY.
  • Jumlah tranksasi Mobile Banking, mencapai 277 Juta transaksi, atau tumbuh 26,37% YoY.
  • Jumlah pengguna Internet Banking pada tahun 2017 mencapai 7,9 Juta user, atau meningkat 15,62% YoY
  • Jumlah tranksasi Internet Banking mencapai 311juta transaksi, atau meningkat 42,18% YoY.

Layanan BRI Prioritas

Berdasarkan Service Quality Index 2017, Layanan Priority Banking BRI menempati urutan ke-5, dan terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam tiga tahun terakhir (2015-2017) sebagai berikut:

  • Jumlah nasabah meningkat 21,8% YoY menjadi sebesar 49.033 nasabah,
  • AUM Simpanan meningkat sebesar 21,5% YoY menjadi Rp73,99 triliun ,
  • AUM Investasi meningkat sebesar 31,8% YoY menjadi sebesar Rp4,24 triliun,
  • AUM Bancassurance meningkat sebesar 6,4% YoY menjadi Rp4,25 triliun.
  • Total fee income sepanjang tahun 2017 meningkat 41,12% YoY menjadi sebesar Rp231,10 miliar.

Layanan Perbankan Ritel Lainnya

Fee income layanan perbankan ritel terutama jasa pembayaran naik menjadi Rp393 miliar, atau meningkat 28,53% YoY.

Strategi Bisnis Tahun 2018

Strategi bisnis pada produk kartu debet, uang elektronik, layanan perbankan ritel dan layanan prioritas lebih dititik beratkan kepada meningkatkan repeat buying melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah eksisting serta memaksimalkan akuisisi nasabah baru melalui cross selling dari segmen bisnis korporasi. Sedangkan strategi bisnis layanan e-Banking meliputi:

  1. Increase Transactions
    • Memperbanyak jaringan kerjasama dengan beberapa merchant online
    • Mengadakan berbagai program-program pemasaran dengan tujuan peningkatan transaksi finansial di e-channel BRI
    • Meningkatkan brand awareness produk Internet Banking & Mobile Banking BRI.
  2. Improve User Experience
    • Meningkatkan kualitas layanan di Channel Mobile Banking dan Internet Banking
    • Menambah fitur-fitur transaksi baru yang bertujuan meningkatkan user experience nasabah
    • Updating fitur-fitur yang sudah ada di Mobile Banking dan Internet Banking.
    • Sosialisasi New BRI Mobile.
  3. Increase User E-Banking
    • Meningkatkan jumlah user melalui berbagai program akuisisi dan shifting, serta program edukasi kepada nasabah existing.

 

Sumber: Laporan Tahunan 2017 BRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *