Bisnis BRI: ANAK (4/4)

Pada tahun 2017, Total Aset Entitas Anak BRI mencapai Rp58,6 Triliun, meningkat 23% dari Rp47,6 Triliun pada tahun 2016.

Ringkasan Kinerja Bisnis Entitas Anak Tahun 2017

  • BRI Syariah membukukan Aset sebesar Rp31,5 Triliun atau naik 13,9% dari tahun 2016 sebesar Rp27,7 Triliun.
  • BRI Remittance Hong Kong membukukan Aset sebesar Rp8.4 Miliar atau naik 40.6% dari tahun 2016 sebesar Rp6.0 Miliar.
  • BRI Finance membukukan Aset sebesar Rp2.6 Triliun atau naik 8.7% dari tahun 2016 sebesar Rp2.4 Triliun.
  • BRI Agro membukukan Aset sebesar Rp16.3 Triliun atau naik 43,5% dari tahun 2016 sebesar Rp11.4 Triliun.
  • BRI Life membukukan Aset sebesar Rp8.2 Triliun atau naik 32.1% dari tahun 2016 sebesar Rp6.2 Triliun.

BRI adalah induk usaha dari kelompok perusahaan jasa keuangan yang terdiri dari:

  1. PT Bank BRI Syariah (BRI Syariah)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro)
  3. BRI Remittance Company Ltd (BRI Remittance)
  4. PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
  5. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Kegiatan entitas anak memberikan sinergi bisnis Bank BRI yang meliputi layanan perbankan konvensional dan syariah, layanan remittance, layanan asuransi jiwa dan layanan pembiayaan.

Profitabilitas Bisnis Entitas Anak

Pada tahun 2017, segmen bisnis Entitas Anak BRI memberikan kontribusi laba terhadap Entitas Induk sebesar Rp575,10 miliar atau naik 21% dari tahun 2016.

 

 

PT BANK BRI SYARIAH (BRI SYARIAH)

  • DPK BRI Syariah naik Rp 26,31 triliun
  • Pembiayaan BRI Syariah naik Rp 19,01 triliun
  • Aset BRI Syariah naik 13,9%

Profil Perusahaan

PT Bank BRI Syariah (BRI Syariah) merupakan entitas anak BRI yang bergerak di bidang perbankan syariah, dengan kepemilikan saham mayoritas oleh BRI sebesar 99,99%. Pada awalnya BRI Syariah didirikan pada tahun 1969 dengan nama PT Bank Jasa Arta berdasarkan Akta Pendirian No. 4 tanggal 3 April 1969. Seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia dan industri perbankan syariah, BRI memandang bahwa bisnis perbankan syariah mempunyai pasar yang cukup potensial, oleh karena itu BRI memutuskan untuk memperkuat positioning Unit Usaha Syariah BRI.

Untuk itu, maka pada tanggal 19 Desember 2007, PT Bank Jasa Arta diakuisisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pada tahun 2008, PT Bank Jasa Arta berubah nama menjadi PT Bank Syariah BRI. PT Bank Syariah BRI mendapat persetujuan ijin usaha sebagai bank umum syariah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 10/67/ KEP.GBI/DpG/2008 tanggal 16 Oktober 2008.

Selanjutnya BRI melakukan Spin off Unit Usaha Syariah BRI dengan membuat Akta Pemisahan Manajemen pada tanggal 19 Desember 2008 dan menggabungkan Unit Usaha Syariah BRI kedalam PT Bank Syariah BRI yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2009. Dengan fokus pada segmen ritel menengah ke bawah, BRI Syariah memiliki visi untuk menjadi bank ritel modern terkemuka yang menawarkan ragam produk dan layanan perbankan berbasis syariah.

BRI Syariah menawarkan rangkaian produk dan layanan perbankan syariah yang lengkap meliputi produk pembiayaan (untuk segmen mikro, komersial kecil dan menengah serta segmen konsumer) dan produk simpanan (tabungan, tabungan haji, deposito dan giro). BRI Syariah juga merupakan bank syariah pertama di Indonesia yang menawarkan layanan inklusi keuangan Laku Pandai melalui layanan Brissmart.

Susunan Manajemen

Dalam melaksanakan kegiatannya, BRI Syariah dipimpin oleh 5 orang Direksi, didampingi oleh 4 orang Anggota Dewan Komisaris, serta 2 orang Dewan Pengawas Syariah (DPS) dengan rincian sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS 
Komisaris Utama Eko B. Suharno *)
Komisaris Independen Hermanto Siregar
Komisaris Independen Komaruddin Hidayat
Komisaris Independen Eko Suwardi *)
DIREKSI
Direktur Utama Mochammad Hadi Santoso
Direktur Indra Praseno
Direktur Wildan
Direktur Agus Katon Eko Sedyono
Direktur Hilman Purakusumah *)
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Ketua Didin Hafidhuddin
Anggota M. Gunawan Yasni

*) Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atas Fit & Proper Test

Perkembangan Penting Tahun 2017

BRI Syariah mencatat beberapa perkembangan penting di tahun 2017, antara lain BRI Syariah terpilih sebagai sebagai Bank Persepsi Penerima Pajak dari Kementrian Keuangan RI (Modul Penerimaan Negara/MPN) dan sebagai Bank Syariah Pengelola Rekening Khusus Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Selain itu BRI Syariah juga resmi ditunjuk sebagai salah satu Bank Penyalur Pembiayaan Usaha Rakyat/KUR Syariah untuk Tahun 2017 oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Jaringan kantor BRI Syariah juga terus bertambah. Sampai dengan 31 Desember 2017, BRI Syariah telah memiliki 54 Kantor Cabang, 207 Kantor Cabang Pembantu dan 11 Kantor Kas. Layanan Syariah Bank (LSB) di jaringan kantor Bank BRI juga terus dikembangkan, dimana sampai dengan akhir tahun 2017 total LSB mencapai 1.044 unit.

Tinjauan Keuangan

Pada tahun 2017, BRI Syariah berhasil membukukan Aset sebesar Rp 31,5 Triliun atau naik 13,9% dari tahun 2016 sebesar Rp27,7 Triliun. Pertumbuhan Aset pada tahun 2017 didorong oleh kenaikan Pembiayaan Syariah sebesar 0,6% atau mencapai Rp17,86 Triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp17,75 Triliun. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga pada tahun 2017 juga meningkat 19,6% atau mencapai Rp26.3 Triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp21.99 Triliun. Meskipun masih menghadapi tantangan dalam memperbaiki kualitas kredit BRI Syariah masih mampu membukukan Laba sebesar Rp105.20 Miliar, sedikit turun dari tahun 2016. BRISyariah juga memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang baik yaitu sebesar 20,45%.

Strategi Pengembangan di Tahun 2018

Strategi Pendanaan (Funding)

Strategi Penghimpunan Dana

Pada tahun 2018 BRI Syariah akan fokus pada penghimpunan dana murah (CASA) dengan strategi sebagai berikut:

  1. Mengembangkan kerja sama dengan Kementrian Agama dalam mengoptimalkan Pengelolaan Dana Haji
  2. Mengembangkan kerja sama dengan lembaga pendidikan di bawah:
    • Kementerian Pendidikan (lembaga pendidikan dasar, menengah, atas dan pendidikan tinggi yang memiliki Fakultas Ekonomi Bisnis Islam)
    • Kementerian Agama (Madrasah dan Universitas Islam)
    • Yayasan Muhammadiyah
  3. Penghimpunan dana operasional Institusi-institusi seperti BAZNAS, PLN, Rumah Zakat, PEMDA dan BUMN (antara lain PERTAMINA dan PEGADAIAN Syariah) dalam rangka BRIS sebagai Bank Operasional 2 (BO 2).
  4. Melakukan kerja sama dengan Mastercard terkait fitur kemudahan transaksi di luar negeri.
  5. Perluasan pengelolaan KLS dengan mengoptimalkan pembukaan rekening tabungan, salah satunya Tabungan Haji.

Strategi Bisnis Haji dan Umroh

Pada tahun 2018 BRI Syariah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan Bisnis Haji dan Umroh dengan strategi sebagai berikut:

  1. Meningkatkan penjualan produk haji, baik haji regular maupun haji khusus, antara lain dengan cara:
    • Bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan travel dalam bentuk bank garansi dan pembiayaan modal kerja
    • Melakukan promosi melalui media cetak maupun elektronik
    • Mempermudah pembukaan tabungan haji untuk jamaah migrasi dari BRI
  2. Meningkatkan penjualan produk pembiayaan Talangan Umroh.
  3. Meningkatkan Fee Based Income melalui peningkatan transaksi penjualan Saudi Arabia Riyal (SAR) saat musim Haji, mengembangkan dan mengoptimalkan Cash Management System (CMS), mengoptimalkan kerja sama dengan Penyelenggara Haji & Umroh (PHU) serta meningkatkan penyaluran pembiayaan produk, halal dan industri kreatif.
  4. Menjajaki pembukaan Bank Koresponden di Arab Saudi
  5. Meningkatkan penetrasi kepada Unit Usaha Muhammadiyah seperti pendidikan dan kesehatan (Rumah Sakit Muhammadiyah)

Strategi Pembiayaan (Financing)

Strategi Pembiayan Retail – Mikro

  1. Mengoptimalkan penyaluran produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Syariah diantaranya melalui program Serbu Pasar Mikro.
  2. Optimalisasi Funding dengan penetrasi langsung melalui saranan pemasaran Open Table dengan atau Mobile ATM
  3. Memperluas jaringan kerja jaringan baru yang potensial untuk Mikro

Strategi Pembiayaan Retail – Konsumer

  1. Peningkatan penjualan KMG dan KPR melalui Employee Benefit Program (EMBP) kerja sama dengan instansi serta institusi dalam rangka BRIS sebagai Bank Operasional 2 (BO 2).
  2. Meningkatkan penjualan Program KPR Faedah, KPR FLPP dan KMG/KMJ Strategi Pembiayaan Retail – SME
  • Prioritas pembiayaan untuk nasabah Mikro yang berpotensi “naik kelas” menjadi nasabah SME.
  • Pembuatan skim-skim pembiayaan untuk bisnis tertentu dalam rangka mendorong pertumbuhan pembiayaan di kantor cabang Strategi Pembiayaan Segmen Retail – Linkage
  • Optimalisasi Existing Line Facility yang belum digunakan secara maksimal khususnya Koperasi Karyawan (Kopkar) atau Koperasi Syariah (Kopsyah) dengan menggunakan skema channeling yang bertujuan untuk optimalisasi ATMR dan penjaminan pembiayaan.
  • Top Up Plafond Nasabah Existing yang berkinerja baik.
  • Pembiayaan selektif kepada Multi finance tertentu yang berkinerja baik.

Strategi Pembiayaan Segmen Komersial

  • Memprioritaskan pembiayaan kepada BUMN Related, industri terkait infrastruktur, energy, agro industry dan transportasi darat berbasis dana APBN / APBD (Pengembangan value chain dengan BUMN).
  • Kerja sama pembiayaan dengan induk perusahaan (BRI), diantaranya melalui mekanisme sell down untuk pembiayaan komersial dalam rangka membiayai portofolio BRI yang memiliki kinerja terbukti baik.

 

 

PT BANK RAKYAT INDONESIA AGRONIAGA TBK

  • DPK BRI Agro naik Rp 12,42 triliun
  • Kredit BRI Agro naik Rp 10,98 triliun
  • Aset BRI Agro naik 43,5%

Profil Perusahaan

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) merupakan entitas anak BRI yang bergerak di bidang perbankan, dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 86.82%. Pembentukan BRI Agro berawal dari akuisisi BRI terhadap PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro). Bank Agro didirikan pada tanggal 27 September 1989 oleh Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) dengan kepemilikan saham sebesar 66,23%, Astek sebesar 10,31% dan Yayasan Sarana Wana Jaya (Departemen Kehutanan) sebesar 15,46%. PT Bank Agroniaga didirikan sebagai bank komersial yang fokus pada sektor agrobisnis dan terutama ditujukan untuk mendukung perusahaan-perusahaan perkebunan yang pada saat itu berada di bawah kendali Departemen Pertanian.

Dalam perkembangannya, pada tahun 2003, PT Bank Agroniaga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Surabaya berdasarkan persetujuan Bapepam-LK No. S-1565/PM/2003 tertanggal 30 Juni 2003, sehingga menjadi PT. Bank Agroniaga Tbk dengan kode perdagangan di Bursa adalah AGRO. Pada tahun yang sama, perusahaan melakukan penambahan modal melalui proses Penawaran Umum Terbatas (PUT) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak
305.967.338 lembar saham sehingga total lembar saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa efek setelah PUT I menjadi sebanyak 1.835.205.028 lembar saham.

Pada tahun 2005, Perseroan melakukan penambahan modal kembali melalui PUT II sebanyak 513.857.128 lembar saham, sehingga total saham Perseroan menjadi sebanyak 2.349.061.156 lembar saham atau sebesar Rp234.906.115.600. Seiring dengan pertambahan modal, aktivitas Perseroan juga berkembang. Perkembangan ini sangat mendukung Perseroan sehingga pada tahun 2006 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 8/41/Kep.GBI/2006 tertanggal 8 Mei 2006, Perseroan berhasil meningkatkan status menjadi Bank Devisa Dalam rangka untuk memenuhi ketentuan pemenuhan modal (capital adequacy), pada tahun 2009 perseroan melakukan penambahan modal tanpa HMETD pada bulan Maret 2009 sebanyak 64.000.000 lembar saham dan melalui PUT III pada bulan November 2009 sebanyak 1.005.144.172 lembar saham yang disertai Waran Seri I sebanyak 199.890.250 lembar saham sehingga total saham Perseroan menjadi sebesar 3.618.095.578 lembar. Meskipun penerbitan waran seri I tidak sepenuhnya dieksekusi oleh Pemegang Saham, namun permodalan Perseroan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Otoritas Moneter (BI), yaitu CAR sebesar 16,39%.

Pada tahun 2011, Bank Agro memasuki era baru. Tepatnya pada tanggal 3 Maret 2011, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi saham PT Bank Agroniaga Tbk sebanyak 88,65%. Dengan demikian sejak saat itu Bank BRI menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP). Pada tahun 2012, Perseroan melakukan pergantian nama menjadi PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk dengan nama komersial Bank BRI Agro.

Setelah diakuisisi oleh BRI, untuk semakin memperkuat permodalan Bank, Perseroan kembali melakukan proses tambah modal melalui PUT dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 4 kali yaitu PUT IV pada Mei 2013 sebanyak 3.832.685.599 lembar saham, PUT V pada Mei 2015 sebanyak 4.028.934.521 lembar saham, PUT VI pada Oktober 2016 sebesar 3.845.996.122 lembar saham dan PUT VII pada Mei 2017 sebesar Rp 2.515.555.707 lembar saham. Pada PUT VI, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II sebanyak 616.908.103 lembar. Sampai dengan 31 Desember 2017, jumlah Waran Seri II yang telah dikonversi menjadi saham sejumlah 71.270.431 lembar.

BRI Agro memiliki visi untuk mewujudkan Bank Komersial terkemuka yang fokus pada sektor pertanian dalam mendukung pengembangan agribisnis di Indonesia. Adapun misi BRI Agro adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terutama sektor agribisnis untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
  2. Memenuhi kebutuhan pokok jasa dan layanan perbankan yang berkualitas, didukung oleh Sumber Daya Manusia yang profesional dan berintegritas tinggi dalam melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
  3. Memberikan manfaat yang optimal bagi para stakeholder.

Sampai dengan tahun 2017, BRI Agro memiliki jaringan operasi sebanyak 16 Kantor Cabang dan 19 Kantor Cabang Pembantu dan 4 Kantor Kas. BRI Agro juga memiliki total sumber daya manusia sebanyak 683 orang dengan latar belakang beragam disiplin ilmu yang relevan dalam mendukung kegiatan utama perusahaan.

Susunan Manajemen

Dalam melaksanakan kegiatannya, BRI Agro dipimpin oleh 5 orang Direksi, didampingi oleh 4 orang Dewan Komisaris dengan rincian sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS 
Komisaris Utama Bambang Soepeno
Komisaris Independen Anna Maria Ciadarma *
Komisaris Independen Heru Sukanto
Komisaris Independen Edwind Sinaga *)
DIREKSI
Direktur Utama Agus Noorsanto *)
Direktur Ebeneser Girsang *)
Direktur Zainuddin Mappa
Direktur Herry Prayudi *)
Direktur Zuhri Anwar
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Ketua Didin Hafidhuddin
Anggota M. Gunawan Yasni

*) Berdasarkan hasil RUPSLB BRI Agro tanggal 6 Desember 2017, dinyatakan efektif setelah lulus fit & proper test OJK

Perkembangan Penting BRI Agro Tahun 2017

Perkembangan penting BRI Agro selama tahun 2017, antara lain:

  1. Melakukan penerbitan Obligasi pertama sebesar Rp500 miliar pada Juni 2017.
  2. Membuka Kantor Cabang Utama di Jakarta pada bulan Agustus 2017 dan pembukaan Kanca Bintaro pada September 2017
  3. Peluncuran produk Agrotama pada Hut BRI Agro ke -28 bulan September 2017.
  4. Melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda Perubahan Pengurus pada Desember 2017.

Tinjauan Keuangan Tahun 2017

Pada tahun 2017 BRI Agro membukukan Aset sebesar Rp16,33 Triliun atau tumbuh 44% dari tahun 2016 sebesar Rp11,38 Triliun. Pertumbuhan aset didorong oleh optamilasi penyalauran kreedit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga.

Pada tahun 2017, Kredit naik sebesar 34,2% atau mencapai Rp10,98 Triliun dari tahun 2016 yang sebesar Rp8,18 Triliun. Sementara, Dana Pihak Ketiga juga mengalami kenaikan sebesar 34,7% atau mencapai Rp12,42 Triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,22 Triliun. BRI Agro juga mencatatkan tingkat profitabilitas yang lebih baik di tahun 2017, dimana Laba Bersih mampu tumbuh 36% atau mencapai Rp140,50 Miliar dari tahun 2016 yang sebesar Rp103 Miliar.

Dengan pertumbuhan Laba Bersih tersebut, BRI Agro mampu mencapai ROA pada level 1,45% dan ROE 5,84%. Tingkat kecukupan modal BRI Agro juga mampu terjaga pada level yang layak yaitu sebesar 29,7%.

Strategi Pengembangan Tahun 2018

Pada tahun 2018, fokus utama Perseroan yaitu mengoptimalkan bisnis di unit kerja dengan tetap fokus pada segmen ritel khususnya penyaluran kredit plasma dan penguatan CASA. Beberapa strategi yang akan dilakukan antara lain dengan memperluas jaringan kantor, meningkatkan kompetensi tenaga pemasar, mengembangkan jaringan elektronk, dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam program penjualan (awareness, akuisisi dan retensi).

Perseroan juga akan tetap fokus dalam menyalurkan kredit pada segmen ritel melalui pembiayaan plasma dengan tetap menjaga kualitas kredit. Perseroan juga akan mengembangkan produk serta fitur e-channel antara lain pembukaan rekening online, virtual account, dan fitur e-channel lainnya. Untuk mewujudkan hal tersebut perseroan akan memperkuat infrastruktur TI termasuk pemanfaatan satelit BRI guna menunjang sistem informasi yang handal.

 

 

BRI Remittance Company Ltd. (BRI Remittance)

  • Volume Transaksi Remitansi naik 93,57 triliun
  • Nilai Transaksi Remitansi naik 284,97 triliun
  • Aset BRI Remittance naik 40,6%

Profil Perusahaan

BRI Remittance Company Ltd Hong Kong (BRI Remittance) merupakan salah satu entitas anak BRI yang bergerak di bidang jasa remittance, dengan kepemilikan saham penuh sebesar 100%.

BRI Remittance semula bernama BRI Remittance Company Ltd yang didirikan pada 7 April 2005 oleh PT BRIngin Jiwa Sejahtera (BJS), anak perusahaan dari Dana Pensiun BRI. Pada 16 Desember 2011, BRI menjadi pemegang saham pengendali di BRI Remittance dengan kepemilikan saham sebesar 100% setelah penandatanganan Instrument of Transfer dan Bought & Sold Notes. Pada 2 Juli 2012 BRI Remittance Company Ltd secara resmi berubah menjadi BRI Remmitance Company Limited Hong Kong berdasarkan keputusan Rapat Umum Tahunan BRIngin Remmitance Company Limited.

Sesuai dengan License No. 12-08-00742 yang diperoleh dari Hong Kong Customs & Excise Department, BRI Remittance Company Ltd adalah badan usaha yang diijinkan melaksanakan bisnis dalam kriteria layanan keuangan (money service operator) secara khusus yaitu bidang bisnis remitansi (pengiriman uang) dari Hong Kong ke Indonesia. BRI Remittance Company saat ini melayani kebutuhan transaksi keuangan (menabung dan pengiriman uang) lebih dari 60.000 nasabah Bank Rakyat Indonesia yang umumnya bekerja sebagai domestic worker dan berdomisili di Hong Kong.

Sampai dengan saat ini BRI Remittance memiliki 4 kantor Cabang yang tersebar di berbagai wilayah potensial domisili Indonesian domestic worker di Hong Kong sebagai berikut:

  1. Causeway Bay (Main Branch): Flat 22 G/F Bayview 33 Moreton Terrace Causeway Bay, Hongkong
  2. Yen Long: Shop 25 1/F Hop Yick Building
  3. Tsuen Wan: Shop 214 2/F Lik Sang Plaza
  4. Mong Kok: 137 Sai Yee Street Mongkok

Susunan Manajemen BRI Remittance

BRI Remittance Hong Kong dipimpin oleh 1 (satu) orang Executive Director dan 1 (satu) orang Non-Executive Director, yaitu:

  • Executive Director: Gigieh Perkasa
  • Non – Executive Director: Roby Firmansjah Sastraatmadja

Perkembangan Penting Tahun 2017

Pada Mei 2017 BRI Remmitance melakukan relokasi dan renovasi Kantor Cabang Utama ke jalan utama (main street level). Relokasi kantor cabang utama ini sangat penting mengingat lokasi kantor sebelumnya sangat kecil dan sulit dijangkau, sehingga membuat nasabah tidak nyaman dalam melakukan transaksi.

BRI Remittance juga mengembangkan sistem Brifast versi 2 sehingga lebih memudahkan dalam memproses layanan kiriman ke bank lain dan mengimplementasikan pembukaan rekening online untuk TKI dari luar negeri. Layanan Pembukaan rekening On Line dari luar negeri yang dilaksanakan oleh BRI Remittance Hong Kong ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh BRI, sehingga menjadi benchmark layanan pembukaan rekening on line yang akan digunakan oleh Remittance Representative BRI di koridor negara lain.

Tinjauan Keuangan Tahun 2017

Pada tahun 2017, BRI Remittance mampu membuku Aset sebesar HKD 4.82 Juta atau tumbuh 40,52% dari tahun 2017 yang sebesar HKD 3.43 Juta. Pertumbuhan Aset didorong oleh peningkatan jumlah transaksi dan nilai remittance. Sampai dengan tahun 2017 jumlah transaksi remittance tercatat sebesar 93.570 transaksi atau mengalami peningkatan sebesar 31,94% dari tahun 2016 yang sebesar 70.920 transaksi, sementara nilai transaksi naik sebesar 75,23% dari HKD 162,63 Juta pada tahun 2016 menjadi HKD284,97 Juta. Laba BRI Remittance pada tahun 2017 mencapai HKD 114.35 atau tumbuh 18,98% dari tahun 2016 sebesar HKD 96.11.

Strategi Pengembangan Tahun 2018

Di tahun 2018, BRI Remittance akan fokus pada peningkatan layanan kepada nasabah, yang akan diwujudkan melalui strategi antara lain meningkatkan kemampuan operating system sehingga lebih mudah untuk diintegrasikan baik dengan sistem BRIfast maupun aplikasi BRI Remittance Mobile, serta meningkatkan efesiensi dan fleksibilitas proses back office untuk meningkatkan pengembangan bisnis lainnya.

Untuk pengembangan bisnis di Tahun 2018, BRI Remittance berencana akan menambah beberapa counterpart kerja sama yang potensial terutama di Macau dan Taiwan untuk meningkatkan coverage layanan transaksi remitansi. Strategi cross selling produk perusahaan anak BRI lain juga akan lebih diintensifkan pada Tahun 2018 terutama untuk produk DPLK dan produk BRI Syariah.

Strategi pemasaran akan dilaksanakan dengan menambah komunitas-komunitas binaan serta membuat berbagai event marketing berbasis komunitas, serta akan dijajaki pemasaran melalui media sosial yang dikelola secara profesional, sehingga dengan upaya-upaya tersebut diharapkan informasi layanan BRI Remittance akan lebih cepat tersebar.

 

 

PT Asuransi BRI Life

  • Premi naik Rp 2,82 triliun
  • Ekuitas naik Rp 2,1 triliun
  • Hasil Investasi Rp 560,22 triliun

Profil Perusahaan

PT Asuransi BRI Life (BRI Life) merupakan salah satu entitas anak BRI yang bergerak di bidang asuransi jiwa, dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 91%. PT Asuransi BRI Life (BRI Life) yang semula bernama PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (BRIngin Life) didirikan oleh Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1987 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan No. 116 tanggal 28 Oktober 1987, yang dibuat oleh Notaris Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan izin usaha berdasarkan SK Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep. 181/KM.13/1988 tanggal 10 Oktober 1988.
Pada akhir Desember 2015, telah dilakukan pengambilalihan saham (Akuisisi) PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 91% dan selanjutnya berganti nama menjadi PT Asuransi BRI Life (BRI Life).

BRI Life dibentuk untuk memenuhi kebutuhan serta melengkapi pelayanan kepada nasabah BRI, khususnya nasabah kredit kecil melalui perlindungan Asuransi Jiwa Kredit (AJK). Dalam perkembangannya, setelah melihat besarnya peluang bisnis perasuransian seperti: Asuransi
Jiwa, Kesehatan, Program Dana Pensiun, Kecelakaan Diri, Anuitas dan Program Kesejahteraan Hari Tua, BRI Life mulai meluaskan pelayanan dan menambah pasar di luar BRI dengan menawarkan layanan asuransi kepada masyarakat luas, baik individu maupun kumpulan.

Pada tahun 1993 BRI Life pertama kali membuka kantor penjualan untuk melayani nasabah di wilayah Jakarta dan Surabaya. Pada perkembangan selanjutnya seiring dengan pertumbuhan bisnis yang sangat pesat, BRI Life terus mengembangkan sayapnya sehingga menjangkau lapisan masyarakat di beberapa kota besar di Indonesia Pada tahun 1995, berdasarkan keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP – 184/KM.17/1995BRI Life mendirikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) untuk menjawab tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan pensiun di hari tua. BRI Life terus meluaskan layanannya dengan membuka unit usaha Asuransi Syariah berdasarkan keputusan Menteri Tinjauan Operasi per Segmen Usaha Keuangan RI No. KEP – 007/KM.6/2003 tanggal 21 Januari 2003. Pembukaan unit usaha Syariah ini disertai dengan pembukaan beberapa kantor penjualan Syariah yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

Pada bulan Juni 2013 BRI Life melakukan pengembangan saluran bisnis Bancassurance bekerja sama dengan PT BRI (Persero) Tbk dengan menempatkan tenaga penjualan Bancassurance Relationship Officer (BRO) di Bank BRI wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang,
Surabaya, Malang, Denpasar, Palembang, Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Lampung, Makassar, Manado, Banjarmasin dan Jayapura yang ditujukan untuk menjangkau nasabah perbankan BRI dengan perlindungan Asuransi secara optimal.

Memasuki usia 30 tahun, kiprah BRI Life makin dikenal luas sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang telah melayani lebih dari 7 juta nasabah melalui program-program asuransi unggulan yang bermanfaat dan menguntungkan. BRI Life juga didukung dengan beragam produk asuransi BRI Life yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, meliputi produk: AJK, Individu, Korporasi, DPLK, Syariah, Bancassurance dan Mikro.

Susunan Manajemen BRI Life

Pada tahun 2017, BRI Life memiliki 5 anggota Dewan Komisaris dan 6 anggota Direksi. Berikut susunan manajemen BRI Life:

DEWAN KOMISARIS 
Komisaris Utama Gatot Mardiwasisto
Wakil Komisaris Utama Mahmuddin Yasin
Komisaris Siswarin D. Hendarsapti
Komisaris Independen Mulabasa Hutabarat
Komisaris Independen M. R. Rizqi R. Nasution
DIREKSI
Direktur Utama Rianto Ahmadi
Direktur Sugeng Sudibjo
Direktur Fabiola Noralita Sondakh
Direktur Ansar Arifin
Direktur M. Sodo Harisetyanto
Direktur Khairi Setiawan

Perkembangan Penting Tahun 2017

Tahun 2017 merupakan tahun ke-2 BRI Life sebagai anak Perusahaan Bank BRI. BRI Life terus berbenah untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya. Berbagai upaya dan inovasi dilakukan BRI Life untuk mempercepat laju pencapaian target perusahaan, diantaranya semakin disempurnakannya layanan berbasis digital bagi nasabah, mulai dari awal pembelian hingga after sales service.

BRI Life terus mengembangkan inovasi produk dimana telah meluncurkan 28 produk baru berupa 8 (delapan) produk unit link dan 20 produk Rider yang diterbitkan untuk kanal distribusi In-Branch Sales Bancassurance dan distribusi Agency (Konvensional & Syariah). Melalui asuransi mikro, BRI Life akan tetap bersinergi dengan induk perusahaan dengan fokus menggarap kanal distribusi pemasaran bancassurance. Untuk mendukung tujuan tersebut, BRI Life melakukan implementasi strategi dengan fokus pada produk unggulan yaitu: Go Unit Link, Go Protection, Go ANP, Go Retail, Go Window dan Go Agency.

Tinjauan Keuangan Tahun 2017

Pada tahun 2018 BRI Life membuku Aset sebesar Rp 8,17 Triliun atau tumbuh 31,8% dari tahun 2016 yang sebesar Rp 6,2 Triliun. BRI Life juga membukukan laba bersih sebesar Rp327,67 miliar meningkat sebesar 54,66% dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp211,87 miliar. Peningkatan Laba didukung oleh peningkatan Pendapatan Premi sebesar 53,44% atau menjadi sebesar Rp3,79 triliun dibandingkan realisasi tahun 2016 sebesar Rp2,47 triliun. Hasil Investasi menjadi sebesar 560,22 miliar atau meningkat sebesar 16,68%.

Dengan Laba dan Aset yang tersebut di atas, maka ROA dan ROE BRI Life tahun 2017 masing-masing 4,54% dan 17,30%. Rasio tersebut mengalami peningkatan dibandingkan realisasi tahun 2016 sebesar 3,81% untuk ROA dan 14,13% untuk ROE. Ekuitas tahun 2017 juga meningkat sebesar 31,25% dari realisasi tahun 2016 dari Rp1,60 triliun menjadi Rp2,10 triliun.

Strategi Pengembangan Tahun 2018

Pada tahun 2018, BRI Life akan menjalankan inisiatif strategis sebagai berikut:

  • Bancassurance
    • Memperbesar volume bisnis per BFA (Bancassurance Financial Advisor), dengan cara meningkatkan jumlah referral MNM dari BRI pada Tahun 2018 menjadi 3 referral/hari.
    • Penjualan produk dengan metode Bank staff selling (AMKKM/PRISMA, LENTERA dan produk baru lainnya).
    • Pemanfaatan customer base BRI sebagai potensi sasaran penjualan produk asuransi & meningkatkan kedalaman pendekatan customer journey dalam menentukan produk sesuai dengan kebutuhan dan atua profil dari nasabah.
    • Meningkatkan pemasaran produk asuransi jiwa melalui skema bisnis telemarketing.
  • Mengkaji peluang penjualan bancassurance melalui skema integrasi (bundle product) dengan produk perbankan induk (Britama & Simpedes).
  • Sinergi antar perusahaan anak BRI untuk menggarap segmen ritel dengan metode bank staff selling.

Untuk mendukung pencapaian strategi perusahaan yang telah ditetapkan untuk tahun 2018, BRI Life membangun budaya kerja perusahaan dan untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan dan pemberian layanan prima kepada nasabah dengan jaringan kerja yang luas, serta membangun infrastruktur IT yang andal.

 

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance)

  • Aset naik Rp 2,61 triliun
  • Pembiayaan naik Rp 2,39 triliun
  • Laba Bersih naik Rp 51,07 miliar

Profil Perusahaan

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) merupakan salah satu entitas anak BRI yang bergerak di bidang multifinance, dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 99%. Pada mulanya BRI Finance berdiri pada tahun 1983 sebagai perusahaan patungan antara The Sanwa Bank Limited, Jepang dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dengan nama perusahaan PT Sari Usaha Leasing. PT. Sari Usaha Leasing adalah salah satu perusahaan perintis untuk industri pembiayaan di Indonesia setelah mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan Nomor: KEP-465/KM.11/1983. Pada tahun yang sama Perusahaan melakukan pergantian nama menjadi PT Sanwa-BRI Leasing.

Di tahun 1991, Perusahaan mendapatkan izin usaha untuk menjalankan bisnis multi-finance sehingga Perusahaan melakukan penamaan ulang menjadi PT Sanwa-BRI Finance. Ijin Usaha Perusahaan mengalami perubahan sebanyak beberapa kali, dan yang terakhir adalah Surat Keputusan dari Menteri Keuangan Nomor: KEP-045/KM.102/ 2008 tertanggal 18 Maret 2008.

Seiring dengan terjadinya proses merger yang dilakukan oleh The Sanwa Bank Ltd, Jepang menjadi The UFJ Bank Ltd, Jepang, nama Perusahaan disesuaikan menjadi PT UFJ-BRI Finance di tahun 2002. Dengan nama baru ini memberikan kesempatan bagi Perusahaan untuk berkembang lebih pesat karena mendapatkan dukungan bisnis dan keuangan yang lebih besar dari para pemegang saham.

Sekali lagi, proses merger yang dilakukan oleh pihak pemegang saham The UFJ Bank Ltd, Jepang menjadi The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Limited, Jepang membuat Perusahaan melakukan penyesuaian nama perusahaan menjadi PT BTMU-BRI Finance di tahun 2008. Dengan perubahan ini, sebagai perusahaan patungan antara The BTMU Ltd, Jepang dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Perusahaan mendapat keuntungan dengan adanya dukungan yang kuat dari segi jaringan kerja dan keuangan untuk mengokohkan posisi Perusahaan di industri Pembiayaan di Indonesia.

Pada 30 September 2016, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia membeli saham BRI Finance dari The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd, Jepang. Kepemilikan saham Perusahaan resmi dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 99% dan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia sebesar 1%. Seiring dengan peralihan saham, nama Perusahaan berubah dari PT BTMUBRI Finance menjadi PT BRI Multifinance Indonesia dengan merk dagang BRI Finance. Perubahan ini menjadikan BRI Finance sebagai bagian dari jasa keuangan terintegrasi dan jaringan keuangan terbesar di Indonesia guna memperkuat posisi di industri keuangan Indonesia. BRI Finance memfokuskan bisnis di bidang pembiayaan investasi dengan skema sewa guna usaha. Dari sisi geografi, BRI Finance melakukan bisnis secara menyeluruh dan mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan tidak terpaku pada merek, tipe, area atau industri tertentu.

Susunan Manajemen BRI Finance Tahun 2017

Dalam menjalankan usahanya, BRI Finance memiliki 3 anggota Dewan Komisaris dan 4 Direksi. Susunan manajemen BRI Finance sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS 
Presiden Komisaris Edi Masrianto
Komisaris Nandi Hendrian Hamaki
Komisaris Independen Boyke Budiono
DIREKSI
Presiden Direktur Kurnia Chaerudin
Direktur Hendrickus
Direktur Achmad Chairul Ganie
Direktur Hadi Susanto

Perkembangan Penting Tahun 2017

Pada tahun 2017, BRI Finance telah mengimplementasikan financing core system baru “CONFINS” yang akan memperkuat pengembangan bisnis pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan. Sistem ini juga telah terintegrasi dengan sistem pembiayaan konsumer yang dijalankan oleh BRI Finance mulai pertengahan tahun 2017. Pengembangan sistem ini akan terus dilakukan guna menambahkan fitur-fitur baru yang mendukung proses digitalisasi operasional bisnis secara keseluruhan pada tahun 2018.

Jaringan kantor BRI Finance di tahun 2017 juga terus bertambah. Selama tahun 2017, BRI Finance menambah 4 (empat) kantor pemasaran baru yang berlokasi di Palembang, Solo, Makassar dan Denpasar. Total BRI Finance telah memiliki 1 (satu) kantor pusat, 4 (empat) kantor cabang dan 7 (tujuh) kantor pemasaran.

Selain itu BRI Finance juga meraih penghargaan dari Majalah Infobank sebagai salah satu perusahaan pembiayaan yang berkinerja “Sangat Bagus” untuk kategori aset Rp1 triliun sampai dengan Rp5 triliun pada September 2017 dan “Multifinance Company with Very Good Performance” untuk kategori aset Rp1 triliun sampai dengan Rp2,5 triliun pada Oktober 2017 dari Majalah Warta Ekonomi.

Tinjauan Keuangan Tahun 2017

Pada tahun 2017, BRI Finance membuku Aset sebesar Rp2.61 Triliun atau tumbuh 8,8% dari tahun 2016 yang sebesar Rp2,40 Triliun. Pertumbuhan Aset didorong oleh kenaikan Piutang Sewa Pembiayaan sebesar 13,18% dari Rp2,20 Triliun pada tahun 2016 menjadi Rp2,49 Triliun di tahun 2017. BRI Finance berhasil memperbaiki kualitas piutang sewa pembiayaan yang ditunjukan dengan penurunan NPF (Gross) dari 9,90% pada tahun 2016 menjadi 4,24% di tahun 2017. BRI Finance membukukan laba bersih setelah pajak tahun 2017 sebesar Rp. 51,07 miliar.

Strategi Pengembangan Tahun 2018

BRI Finance bertekad untuk terus mengembangkan usahanya pada tahun 2018. Untuk itu, telah memiliki strategi pengembangan bisnis sebagai berikut:

  • Melakukan sinergi pembiayaan dengan BRI sebagai perusahaan induk, antara lain melaui mengembangkan pembiayaan investasi/komersial yang difokuskan kepada vendor dan Group BRI, mengembangkan pembiayaan dengan skema Sewa Guna Operasional (operating lease) dengan sasaran awal pengadaan kendaraan operasional BRI, perusahaan akan memperluas jaringan kerjasama dengan dealer dan perusahaan penyedia jasa penyewaan kendaraan, mengembangkan pembiayaan kendaraan bermotor (mobil dan motor) kepada pada nasabah-nasabah yang terkait dengan BRI antara lain pekerja BRI & Grup BRI, dan nasabah BRI yang berbasis payroll.
  • Mengembangkan jaringan kerja dengan membuka Kantor Pemasaran baru pada tahun 2018 di Kota Besar di Indonesia dan memanfaatkan jaringan kantor BRI sebagai outlet layanan BRI Life (office channeling) dengan menempatkan beberapa staf pemasaran sebagai representative officer di Kantor Wilayah dan/atau Kantor Cabang BRI yang potensial.
    BRI Life juga akan terus mengembangkan IT yang handal sehingga mampu mendukung proses operasional bisnis yang dapat diandalkan.

Sumber: Laporan Tahunan 2017 BRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *