Feb 2, 2012 -
Budaya, Filsafat
No Comments
Budaya, Filsafat
No Comments Postmodernitas Jawa
Dulu aku mengira Jawa itu tradisional, pra modern, kuno, ruwet, tahayul, ndeso, dsb. Sekarang nggak. Aku baru menemukan aspek posmo(dernitas) Jawa. Aku kaget juga kalo ternyata ada aspek Jawa yang mendahului Perancis.
Selama ini Jawa tidak pernah berdialog dengan modernitas. Jawa selalu mengambil jarak. Jawa selalu diliputi oleh ornamen mistis. Meskipun Jawa dianggap sudah kalah dengan modernitas. Jawa tetap bergeming (baca: diam). Nyanteee pek, alon-alon waton kelakon (pelan-pelan asal kesampean). Read more »